Sabtu, 20 Juni 2009

Peran Perpustakaan dan Hubunganya Dengan Teknologi Informasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat



PERAN PERPUSTAKAAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT



Pengertian Teknologi Informasi


Berikut ini adalah pengertian-pengertian umum yang mendefinisikan teknologi informasi. Diantaranya:

Seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informal.

Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi computer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memroses dan menyimpan informasi,melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untik mengirimkan informasi

Teknologi yang menggabungkan komputasi (computer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data,suara dan video. William dan Sawyer (2003)

Teknologi informasi dapat diartikan sebagai teknologi elektronika yang mampu mendukung percepatan dan meningkatkan kualitas informasi, serta percepatan arus informasi ini tidak mungkin lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Wahyudi (1992:16)

The meaning of information technology is almost universally understood. It comprises all the technology resources for storage, manipulation and retrieval of data, which are thus transformed into information which is useful to societyRogrique and Ferrante (1996:3)

Information technology is the term to describe technologies that enables us to record, store, process, retrieve, transmit and receive information. It encompases modern technologies such as computers, facsimile, transmission, micrographics, telecommunications and microelectronics. Beham and Holmes (1990:1)

Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarluaskan informasi. Informasi ini mencakup 4 kategori yaitu (a) numerik, lazimnya berupa angka; (b) audio, lazimnya berupa suara; (c) teks, lazimnya berupa tulisan; dan (d) citra, lazimnya berupa gambar dan santir (image). Basuki (1991:87)


Peran Teknologi Informasi


Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain :

Bidang pendidikan(e-education)

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan. Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting.

Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administrasi juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.

Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut:
Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.

Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.

Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.

Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning.

Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.

Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.


Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini.

Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware, maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material.
Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video.

Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra sebanyak 80 negara di dunia. Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah.
Dalam era global, penawaran beasiswa muncul di internet. Bagi sebagian besar mahasiswa di dunia, uang kuliah untuk memperoleh pendidikan yang terbaik umumnya masih dirasakan mahal. Amat disayangkan apabila ada mahasiswa yang pandai di kelasnya tidak dapat meneruskan sekolah hanya karena tidak mampu membayar uang kuliah. Informasi beasiswa merupakan kunci keberhasilan dapat menolong mahasiswa yang berpotensi tersebut.

Dalam Bidang Pemerintahan (e-government)

E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).

Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:

Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.

Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.

Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.

Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.

Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on- line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance).
Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak penggunan lainnya.

Upaya percepatan penerapan e- Government, masih menemui kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya. Apalagi masih ada anggapan e-Government hanya membuat web site saja sosialisasinya tidak terlaksana dengan optimal. Namun berdasarkan Inpres, pembangunan sistem informasi pemerintahan terpadu ini akan terealisasi sampai tahun 2005 mendatang. Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini salah yang menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah dan departemen.

Bidang Keuangan dan Perbankan

Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern. Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.
Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.
Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika di Indonesia akan sangat membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan lainnya.
Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini memerlukan pengembangan produk dalam teknologi informasi untuk memberikan jasa-jasa mereka kepada pelanggan mereka.


Bidang Perniagaan dan Perdagangan (e-commerce)

Electronic Comerce (E-Commerce) atau perdagangan secara elektronik adalah perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatan jaringan telekomunikasi terutama Internet. Internet memungkinkan orang atau organisasi yang berada pada jarak yang jauh dapat saling berkomunikasi dengan biaya yang murah. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan transaksi perdagangan.
Ada banyak bentuk perdagangan secara elektonik yang dilakukan sekarang ,
antara lain :
Internet Banking
Pembelian dan penyedian barang
Toko online dan sebagainya.

Perdagangan secara elektronik memberikan keuntungan baik kepada perusahan maupun kepada pelanggan (customer). Keuntungan yang diperoleh perusahan antara lain seperti di bawah ini:

1. Perdagangan secara elektronik memungkinkan perusahan untuk menjual produknya kepada lebih banyak orang. Dengan kata lain perusahan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Misalnya, perusahan atau toko di Amerika dapat menjual produknya kepada orang di Jepang.

2. Perusahan tidak perlu membuka banyak cabang-cabang distribusi.

3. Mengurangi biaya yang dikeluarkan perusahan, karena perusahan tidak perlu menyediakan toko yang besar dan pegawai yang banyak.

1. Karena biaya yang dikeluarkan perusahan dapat dikurangi,maka harga barang dapat dijual dengan lebih rendah. Akibatnya lebih banyak konsumen yang dapat menjangkau harga barang tersebut. Barang menjadi lebih banyak laku.

2. Barang yang dijual lebih murah dapat meningkatkan daya saing perusahan.

Sedangkan keuntungkan yang diperoleh konsumen antara lain sebagai berikut:

1. Konsumen tidak perlu mendatangi toko untuk mendapatkan barang, cukup ke Internet dan memesan barang, barang akan di antar ke rumah.

2. Pembeli dapat menghemat waktu dan biaya transportasi berbelanja.

3. Mempunyai lebih banyak pilihan, karena dapat membandingkan semua produk yang ada di Internet.

4. Dapat membeli barang yang terdapat di negara lain, yang man di dalam negeri mungkin saja tersedia.

5. Harga barang yang di beli menjadi lebih rendah.

Sekarang ada banyak sekali perusahan yang memanfaatkan perdagangan secara elektronik untuk mendukung usaha mereka. Bahkan beberapa perusahan mengkhususkan diri melakukan perdagangan secara elektronik saja dan tidak melakukan perdagangan secara konvensional (biasa).
Di Indonesia, perdagangan secara elektronik juga sudah mulai dilakukan. Beberapa website didirikan khusus sebagai website untuk menjual barang-barang. Beberapa contohnya antara lain: glodokshop.com, apotikonline.com dan masih banyak lagi.
E-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisinis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan informasi yang dilakukan secara elektronik”.

Di internet, Anda juga bisa melakukan transaksi jual beli barang. Sekarang di internet sudah banyak terdapat toko online. Secara fisik, mereka bukan toko dalam arti sebenarnya. Mereka hanya menyediakan situs web, dan melalui situs web ini Anda bisa memesan barang-barang tertentu pada mereka. Misalnya saja Anda hendak membeli mobil. Anda tinggal mengisi formulir yang disediakan, menuliskan spesifikasi mobil yang hendak Anda beli, lalu tekan tombol buy (beli). Pembayaran dilakukan dengan kartu kredit (melalui internet juga). Beberapa hari kemudian, mobil yang Anda pesan tersebut diantar ke rumah Anda
Salah satu peran yang nyata pemanfaatan Teknoloi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pemecahan masalah bangsa, seperti masalah kemacetan lalulintas di Jakarta, bandung, Surabaya, dan kota-kota besar lainya di Indonesia adalah dengan memanfaatkan Jaringan Broadband Telekomunikasi yang ada, seperti Broadband Wireless (HSDPA, 3.5G, 3G, UMTS, EDGE, GPRS, WiFi dan WiMax) atau Broadband Wireline (Kabel Listrik PLC, Kabel Telpon ADSL_Speedy dan Serat Optik FTTH) ataupun Dialup PSTN. Dengan sarana TIK ini, maka Para Eksekutif, Pejabat, Birokrat, Staff, Karyawan dengan jenis pekerjaan tertentu umumnya dapat menerapkan Budaya Kerja Jarak Jauh, atau Telecommuting, eWork, atau Home Working. Langkah ini akan membuat jalan-jalan menjadi lengang, tidak macet, tidak ada waktu yang terbuang percuma karna kemacetan

Peran Perpustakaan

Adapun beberapa peran perpustakaan diantaranya: Melakukan penambahan koleksi sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan kekuatan yang ada
Menumbuhkan suasana haus informasi (buku, jurnal, majalah dan lain-lain) bagi warga kampus

1. Menyediakan berbagai informasi hasil penelitian dan produk pemikiran yang selalu berkembang

2. Menjalin komunikasi dan kerja sama dengan perpustakaan lain perguruan tinggi dan umum untuk peningkatan pelayanan pengguna perpustakaan

3. Melakukan berbagai upaya bagi tumbuhnya gairah kerja pelayanan perpustakaan

4. Menggali, mengumpulkan dan mendokumen-tasikan karya-karya keilmuan kawasan



Macam-macam Teknologi Informasi Untuk Perpustakaan

Teknologi informasi yang telah banyak diterapkan di perpustakan-perpustakaan negara maju dan beberapa perpustakaan di Indonesia, antara lain :
• Computers and computer networks • CD-ROM(s), dan multimedia CD-ROM(s) • Facsimile • Internet • Telephone • Television • Videodisk/laser disk • Output computer, misalnya : micrographics, microfilm, microfische • Digital Equipments

Penerapan Teknologi di Perpustakaan

Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk, antara lain :

Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai Sistem Informasi

Manajemen Perpustakaan. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan system informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistic dan sebagainya.

Fungsi ini sering disebut sebagai Autosimasi Perpustakaan.

2. Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan,

Mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital, perpustakaan ini sering disebut perpustakaan digital.
Kedua fungsi penerapan diatas dapat terpisah atau terintegrasi dalam suatu system informasi tergantung pada kemampuan softwer yang digunakan, sumber daya manusianya dan infrastruktur peralatan teknologi informai yang mendukung keduanya.
Dalam hal ini faktor penggerak diterapkannya teknologi informasi dalam perpustakaan adalah :

1. Kemudahan mendapatkan produk Teknologi Informasi.

2. Harga terjangkau dalam memperoleh produk Teknologi Informasi.

3. Kemampuan dari tenologi informasi.

4. Tuntutan layanan masyarakat yang serba cepat ( “klik”)

Hal-hal lain atau alasan yang lain dalam penerapan teknologi dalam manjemen
perpustakaan adalah :

1. Mengefisiensikan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan.

2. Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan

3. Meningkatkan citra perpustakaan

4. Pengembangan infrastruktur nasional, regional dan global

Peran yang sangat penting didalam manejemen perpustakaan adalah :

1. Peran Katalog

Katalog adalah keteranga singkat atau wakil dari suatu dokumen. Katalog perpustakaan elektronik adalah jantung dari sebuah system perpustakaan yang terautomasi. Cakupan dari catalog perpustakaan yang terautomasi yaitu : pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, pengelolaan penerbitan berkala, penyediaan catalog, dan pengelolaan anggota.

2. Peran CD-ROM

Mempercepat akses informasi multi media baik itu berupa abstrak, indeks, bahan full text, dalam bentuk digital tanpa mengadakan hubungan ke jaringan computer.Dan media back-up/ cadangan data perpustakaan dan sarana koleksi referens bagi perpustakaan lain.

3. Peran Internet

Teknologi internet yang merupakan bagian integral dari kehidupan seharihari membuat pada perilaku masyarakat pencari informasi mengalami banyak perubahan. Sumber daya elektronik yang tersedia di internet menjadi sasaran utama bagi para pencari informasi.
Dalm hal ini internet dapat mengakses informasi multimedia dalam resource internet, dan juga sebagai sarana telekomunikasi dan distribusi informasi serta dapat membuat homepage, penyebarluasan catalog dan informasi.

Implementasi

Banyak keuntungan yang bisa didapat dari penerapan teknologi informasi untuk perpustakaan, antara lain :

Library automation (otomasi perpustakaan), dengan diterapkannya teknologi informasi, khususnya komputer dan jaringannya untuk otomasi atau komputerisasi perpustakaan diharapkan adanya percepatan pengadaan dan pemrosesan bahan pustaka; akurasi, percepatan, efisiensi dan konsistensi layanan, serta memberikan kemudahan, kecepatan, keakurasian penelusuran koleksi perpustakaan. Banyak aplikasi yang sengaja dirancang untuk mewujudkan otomasi perpustakaan, misalnya

. DYNIX, CDS/ISIS, NCIBookman, SIMPUS, dan UNSLA.

. Digital Library (Perpustakaan Digital)

. Electronic Library (Perpustakaan Elektrinik)

. Electronic Journals (Jurnal Elektronik)

. Communication (komunikasi), dipasangknya telepon, facsimile, telex machine, internet akan dapat dimanfaatkan untuk kelancaran komunikasi antara perpustakaan satu dengan perpustakaan atau institusi lain, auatu pustakawan satu dengan pustakawan yang lain.

. Information retrieval (akses informasi), tersedianya OPAC, CR-ROM, TV news, microfische akan sangat membantu dan memberikan keleluasaan akses infromasi.

. Document delivery (pengiriman dokumen), dengan dipasangnya facsimile akan dapat dimanfaatkan untuk mengirim dukumen (misalnya : surat-surat, artikel) kepada yang memerlukannya.

. Down loading dan uploanding (transfer life), dengan internet akan bisa ditransfer file-file yang diperlukan.

. Bulletine board (pengumuman), OPAC bisa dimanfaatkan oleh purpustakaan sebagai papan pengumuman, sehingga informasi bisa diperbaharui setiap saat untuk kepentingan penyampaian informasi perpustakaan kepada penggunanya.

. Promotion (promosi), salah satu upaya untuk mempromosikan perpustakaan adalah dengan memasukkan perpustakaan ke WEB.

. Information dissemination (penyebaran informasi), dengan data yang ada dalam database (misalnya : jurnal dan penelitian) tentunya dengan mudah akan bisa dikelola yang kemudian disebarkan ke seluruh dunia dengan internet.

. Discussion group (kelompok diskusi), dengan menjadi salah satu anggota kelompok diskusi akan dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman para pustakawan, di samping itu kelompok diskusi ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan layanan, misalnya : menjadi anggota dari GAF-REF@UGA.BITNET (University System Reference Librarians).

. Pleasurement (kesenangan/hiburan), dengan disediakannya videodisk/laserdisc dan TV di perpustakaan akan membantu pengguna untuk memperoleh hiburan.

. Library’s income (dana dari masyarakat), dengan berbagai jasa yang dikembangkan oleh perpustakaan, maka akan dapat digali sumber dana dari masyarakat.

Dana yang terkumpul akan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan layanan perpustakaan yang lain, dan tidak menutup kemungkinan untuk tambahan kesejahteraan para pustakawan. Kesemuanya di atas tentunya untuk meningkatkan mutu layanan atau membuka jasa baru layanan perpustakaan yang tentunya akan dapat membuka isolasi dan meningkatkan citra perpustakaan.



KESIMPULAN

Menyadari begitu kompleknya manfaat teknologi informasi bagi perpustakaan dan agar perpustakaan tidak ingin terisolasi dan ketinggalan dengan perpustakaan lain, maka sewajarnyalah bila para pengelola perpustakaan menghendaki untuk segera direalisasikan teknologi perpustakaan. Penerapan teknologi informasi akan membrikan prestise tersendiri bagi perpustakaan maupun bagi institusi induk di mana perpustakaan bernaung.
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Diperlukan suatu kerangka teknologi informasi nasional yang akan mewujudkan masyarakat Indonesia siap menghadapi AFTA 2003 yang dapat menyediakan akses universal terhadap informasi kepada masyarakat luas secara adil dan merata, meningkatkan koordinasi dan pendayagunaan informasi secara optimal, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia, meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk penerapan peraturan perundang-undangan yang mendukungnya; mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.

Akhirnya, era perdagangan bebas Asean benar-benar berlaku yang kita kenal dengan ASEAN Free Trade Area (AFTA) resmi berlaku di tahun 2003 ini. Inilah salah satu kenyataan globalisasi perekonomian dunia yang nyata.
Integrasi perekonomian nasional dengan perekonomian regional/global seperti AFTA, APEC, WTO/GATT memang tidak bisa dihindari. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kenyataan integrasi perekonomian dunia ini memang harus dihadapi.



DAFTAR PUSTAKA


. Perancang Antar Muka Untuk Interaksi Manusia & Komputer, Teddy Marcus dan Agus Prijono
. Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, Jack Febrian, Penerbit Informatika
. Pengenalan teknologi computer dan informasi, janner simarmata, penerbit andi
. Pengenalan teknologi informasi, abdul kadir Terra Ch. Triwahyuni
. Model kesuksesan system teknologi informasi, prof jogiyanto HM Phd
. Review & survey teknologi informasi di Indonesia, penerbit ITB
. Kamus teknologi informasi, Woro Vidya Ayuningtyas , penerbit andi.
. Sistem teknologi informasi, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono, Akt., MBA, Ph.D, penerbit Andi.
. Natakusumah, E.K., "Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.", Pusat Penelitian informatika – LIPI, Bandung, 2002
. Richardus Eko Indrajit , "Evolusi Perkembangan Teknologi Informasi", Renaissance Research Centre
. Prayoto," Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia", Fakultas Teknik UNIKOM, 2002 Bandung
. Wawan Wardiana/Peneliti PPI – LIPI
. Diao, A.L. (2005) Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi Sebagai Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Makalah yang disampaikan pada “Pelatihan Manajer Perpustakaan se-Jawa dan se-Sumatera” di Cisarua, 18 – 29 Mei 2005, diselenggarakan oleh Depdiknas, DIKTI.
. Kamil, Harkrisyati. (2005) Peran Pustakawan dalam Manajemen Pengetahuan. Disampaikan dalam Seminar Ilmiah Nasional IPI di PekanBaru Riau, 31 – 3 Juni 2005.
. Fahmi, Ismail. Konsep, Desain dan Implementasi Perpustakaan Elektronik : Integrasi

. Perpustakaan terotomasi dan Perpustakaan Digital Untuk Perpustakaan Nasional di Indonesia.
. Arif, Ikhwan. (2003) Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan, makalah seminar dan workshop sehari di UMM, 4 Oktober 2003.
. Depdiknas. (2005) Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi.

1 komentar:

  1. thanks buat blognya...kuliah di ilmu perpust ya?

    saya perlu buku (Depdiknas. (2005) Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi)untuk referensi, anda dapat bukunya dari mana ya?
    mohon infonya, thanks

    BalasHapus